Jumat, 11 Januari 2013

Pertemuan KPSI bahas Konsolidasi 2013

Rapat Koordinasi Konsosrsium Pekerjaan Sosial Indonesia, Jakarta 8 Januari 2013.


Forkomkasi.co.nr | KPSI, Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia sebagai wadah pemersatu elemen- elemen stakeholder Kesejahteraan Sosial di Negara Indonesia kembali mengadakan pertemuan pada Selasa (8/1/2012) di Jakarta untuk agenda pembahasan koordinasi,evaluasi dan Konsolidasi seiring dengan awal tahun 2013.

Dalam pertemuan itu dihadiri oleh seluruh anggota KPSi, dan dalam Hal Ini Forkomkasi diwakili oleh M. Joko Setiawan (SA PR), M. Sahrul (SA Kominfo) dan Rizki Aldino (Ketua PR Jakarta).

Pembahasan pertemuan meliputi:
  1. Percepatan pendirian LSPS & BALKS
  2. Penyusunan dan penerbitan Jurnal Social Work untuk tingkat ASEAN
  3. Pelaksanaan kegiatan regional & Internationa
  4. Advokasi ttg pendayagunaan profesi pekerjaan sosial (Perubahan permenpan ttg jabatan fungsional peksos fungsional, RUU Keswa, RPP Keswa, RUU Peksos
  5. Pelaksanaan rencana kerja, mengacu rencana kerja ASEAN Social Work Consortium (ASWC)
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekjen Kemensos, Bapak Toto Utomo Budi Santoso, dan berharap bahwa satu demi satu langkah dijalankan untuk mewujudkan Kesejahteraan Indonesia. Tentu butuh dukungan semua pihak, salah satu stakeholder yang penting adalah Mahasiswa. (adp)

Rabu, 09 Januari 2013

Forkomkasi Jabar adakan Lomba Masak

Forkomkasi - Yogyakarta. Konferensi Asia Pasific (International Conference and Social Development Asia Pacific 2012 diselelnggarakan di Yogyakarta pada Juni 2012. Agenda ini dengan tema Envisioning New Social Development Strategies Beyond Millennium Development Goals yang diselenggarakan di Hotel Ambarrukmo dan UIN Sunan Kalijaga. Dalam moment tahunan ini, forkomkasi terlibat di agenda Student Forum yang dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga pada 29 Juni 2012 dan Melibatkan 3 perguruan tinggi di Yogyakarta, Yaitu IKS UIN, PSDK UGM dan Sosiatri APMD. Student Forum yang digelar dengan 2 sesi ini, diikuti oleh 75 Mahasiswa Se Indonesia dengan mempresentasikan 3 karya terbaik paper. Pada sesi yang kedua, Student forum diisi...

Forkomkasi Hadiri Pencanangan Sertifikasi dan akreditasi TKS dan Peksos

Forkomkasi - Yogyakarta. Konferensi Asia Pasific (International Conference and Social Development Asia Pacific 2012 diselelnggarakan di Yogyakarta pada Juni 2012. Agenda ini dengan tema Envisioning New Social Development Strategies Beyond Millennium Development Goals yang diselenggarakan di Hotel Ambarrukmo dan UIN Sunan Kalijaga. Dalam moment tahunan ini, forkomkasi terlibat di agenda Student Forum yang dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga pada 29 Juni 2012 dan Melibatkan 3 perguruan tinggi di Yogyakarta, Yaitu IKS UIN, PSDK UGM dan Sosiatri APMD. Student Forum yang digelar dengan 2 sesi ini, diikuti oleh 75 Mahasiswa Se Indonesia dengan mempresentasikan 3 karya terbaik paper. Pada sesi yang kedua, Student forum diisi...

DF melakukan kunjungan Regional


Forkomkasi - Yogyakarta. Konferensi Asia Pasific (International Conference and Social Development Asia Pacific 2012 diselelnggarakan di Yogyakarta pada Juni 2012. Agenda ini dengan tema Envisioning New Social Development Strategies Beyond Millennium Development Goals yang diselenggarakan di Hotel Ambarrukmo dan UIN Sunan Kalijaga. Dalam moment tahunan ini, forkomkasi terlibat di agenda Student Forum yang dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga pada 29 Juni 2012 dan Melibatkan 3 perguruan tinggi di Yogyakarta, Yaitu IKS UIN, PSDK UGM dan Sosiatri APMD. Student Forum yang digelar dengan 2 sesi ini, diikuti oleh 75 Mahasiswa Se Indonesia dengan mempresentasikan 3 karya terbaik paper. Pada sesi yang kedua, Student forum diisi...

Forkomkasi terlibat dalam ICSD Asia- Pasific Conference di Yogyakarta


Forkomkasi - Yogyakarta. Konferensi Asia Pasific (International Conference and Social Development Asia Pacific 2012 diselelnggarakan di Yogyakarta pada Juni 2012. Agenda ini dengan tema Envisioning New Social Development Strategies Beyond Millennium Development Goals yang diselenggarakan di Hotel Ambarrukmo dan UIN Sunan Kalijaga.

Dalam moment tahunan ini, forkomkasi terlibat di agenda Student Forum yang dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga pada 29 Juni 2012 dan Melibatkan 3 perguruan tinggi di Yogyakarta, Yaitu IKS UIN, PSDK UGM dan Sosiatri APMD.

Student Forum yang digelar dengan 2 sesi ini, diikuti oleh 75 Mahasiswa Se Indonesia dengan mempresentasikan 3 karya terbaik paper.
Pada sesi yang kedua, Student forum diisi dengan talkshow dengan pembicara internasional, yaitu Presiden ICSD Manohar Pawar.

Dalam Student Forum ini, Mahasiswa mendeklarasikan hasil diskusi pada sesi panel paper terbaik dengan mengarah pada dorongan dan dukungan pada maksimalnya pemerintah dalam pencanangan MDG's. Harapannya, semua elemen yang terlibat dapat terfasilitasi maksimal dan berkembang dengan komunikasi yang efektif. 
x

Forkomkasi selelnggarakan Rakornas II di Universitas Jember


Rakornas II FORKOMKASI kali ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 30 peserta dari 10 universitas/perguruan tinggi yang memiliki jurusan Peksos/Kessos se Indonesia. Karena keterbatasan anggaran dan adanya kendala-kendala di daerah, maka Pengurus Regional Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan juga Jakarta tidak dapat hadir di sini. Daftar Pengurus Regional yang hadir antara lain:
#1 Regional Sumatera
  • Hanya diwakili oleh Dewan Formatur (DF) Sumatera, Mas Arif Rahman (Universitas Bengkulu)
#2 Regional Jawa Barat
  • STKS Bandung: 2 utusan
  • Universitas Langlangbuana Bandung: 6 utusan
  • Universitas Pasundan Bandung: 4 utusan
  • Universitas Padjajaran Bandung: 2 utusan
#3 Regional DIY
  • UIN Sunan Kalijaga: 4 utusan
  • Universitas Gajah Mada: 3 utusan
  • Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa: 4 utusan
#4 Regional Jawa Timur
  • Universitas Jember: 4 utusan+panitia
  • Universitas Muhammadiyah Malang: 4 utusan
Sebelum masuk pada acara Rakornas II FORKOMKASI, dilaksanakan Seminar Nasional pada hari Kamis, 24 Mei 2012 dengan tema “Peran Pekerja Sosial dalam Rangka Penanggulangan Korban Pasca Bencana”. Seminar Nasional ini menghadirkan:
  • Moderator: Eko Kurnia Saputra, S.Sos
  • Pembicara I: Wawan Setiawan, AKS dari BALKS (Badan Akreditas Lembaga Kesejahteraan Sosial) Kementerian Sosial RI dan IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia)
  • Pembicara II: Kris Hendrijanto, S.Sos., M.Si selaku Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Jember
  • Pembicara III: Drs. Widi Prasetyo, M.Pd selaku Kepala Kesbangpolinmas Kota Jember, namun karena beliau berhalangan hadir, maka diwakili oleh Drs. Budianto, M.Si selaku Sekretaris Kesbangpolinmas
Ada hal menarik yang patut dicatat pada pembukaan seminar ini, yakni suntikan semangat dari Pembantu Dekan FISIP Universitas Jember. Beliau mengatakan bahwa Jurusan Ilmu Kesejahteraan itu adalah “Jurusan Masa Depan”. Beliau mengatakan hal tersebut karena beliau melihat di luar negeri sana, Profesi Pekerja Sosial (Peksos) itu sudah amat strategis dan punya bargaining position yang kuat. Belum lagi profesi ini memang lebih fokus kepada human capital, tidak lagi pada material capital. Kemudian yang lebih mengejutkan lagi (bagi saya yang seorang mahasiswa STKS Bandung), beliau mengatakan bahwa minimal mulai tahun depan, Praktikum dari Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial ini separuhnya akan praktikum di negara Malaysia, dan kerjasamanya masih sedang berjalan. Woww, itu hal yang amat sangat luar biasa bagi saya. Kalo di STKS Bandung hanya untuk dosen-dosennya saja yang dikerjasamakan dengan universitas di luar negeri, tapi untuk mahasiswanya? Hm,, sepertinya ini menjadi bahan perenungan dan rekomendasi untuk Kampus STKS Bandung. Sudah saatnya mahasiswa di STKS Bandung itu diberdayakan, salah satunya dengan menghubungkan mahasiswa kepada sistem-sistem sumber baik bermuatan akademis maupun praktis di bidang Pekerjaan Sosial.
Rakornas dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Mei 2012 bertempat di Ruang Sidang FISIP Universitas Jember semenjak pukul 13.30wib sampai dengan pukul 22.00wib. Adapun agenda dari Rakornas ini antara lain:
  • Sidang Rakornas dipimpin oleh Mas Agung Prastowo dan Mas Arif Rahman
  • Sidang Komisi Regional untuk membahas dan fixasi program kerja Pengurus Regional
  • Sidang Pleno hasil Rakerda/program kerja tiap pengurus regional
  • Pembahasan strategi nasional untuk FORKOMKASI 2012-2013
Program unggulan yang dibahas di dalam strategi nasional yaitu:
  1. Social Welfare School (Sekolah Kesejahteraan). Merupakan kegiatan kaderisasi kader militan FORKOMKASI untuk dapat mengemban amanah kepengurusan FORKOMKASI selanjutnya. Dilaksanakan oleh seluruh kampus yang ada Jurusan Peksos/Kessos. Minta delegasi masing2 dua orang. Asas: Dapat rekomendasi dari HMJ dan rekomendasi dari Pengurus FORKOMKASI di kampus tersebut. Tujuannya/Goal: 1)FORKOMKASI akan punya penerus; 2)FORKOMKASI akan ada ikatan struktural yang kuat, tidak hanya fungsional/profesional.
  2. Penyikapan isu sosial. Di sini terkait eksistensi FORKOMKASI untuk bekerja bersama-sama denganstakeholder bidang Peksos/Kessos dalam bentuk pergerakan yang masif dan berdampak secara langsung kepada masalah/isu yang sedang disoroti.
  3. Penjajagan terkait replika dari Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) atau Sekretariat Bersama. Baru memulai untuk membangun komunikasi yang intens minimal dengan Kepala Dinas Sosial setempat.
Demikian sedikit catatan yang dapat dibagi kepada kawan-kawan yang tidak sempat mengikuti Rakornas kali ini dan tentu saja untuk share kepada kawan-kawan Mahasiswa di seluruh Indonesia.

Kongres II Forkomkasi di Makassar

Makassar_Forkomkasi. Untuk melanjutkan estafet kepengurusan, pada 28-1 Maret 2012 Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI) melakukan kongres yang kedua  kalinya, di Balai Besar Penelitian Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Makassar.

Dalam kongres itu hadir 16 universitas, yang terdiri dari 8 regional. Selain memilih kepengurusan baru, kongres kali ini juga mengubah sedikit formasi kepengurusan, dari yang semula pelaksana harian diamanahkan kepada PS (Pengurus Sekretariat), untuk tahun kedepan dibentuk PR (Pengurus regional) yang bekerja dan bertanggungjawab pada masing- masing regional, memiliki struktur dan kerja tersendiri. Untuk membantu kerja Dewan Formatur, dibentuk Staff ahli yang akan bekerja sesuai dengan bidang masing- masing.

Dalam kongres ini didahului dengan Seminar nasional yang dihadiri oleh Mahasiswa, dosen, dan umum dari STIKS dan UIN Alauddin Makassar.

Dalam kongres tersebut, terpilih sebagai ketua FORKOMKASI periode 2012/2013 Agung Prastowo dari UIN Sunan Kalijaga, menggantikan Hilman Musanna pada kepengurusan lalu. Dan beberapa Dewan Formatur yang lain adalah Arif Rahman (Univ Bengkulu), Arsal Umar (STIKS Makassar), Robrth Yewen (Uncen Papua) dan Misriyah Abdurrahman (Untan Tanjungpura). Adapun Staff Ahli yang akan membantu kinerja kedepan adalah Koko Setiawan (STKS -Bid. Relasi Publik), Mazda NUsantar (UGM- bid. Media), Maesyaroh N (UIN -administrasi), Aan Syaifuddin (UIN- anggaran) dan Muhammas Syahrul (UMJ- komunikasi dan Informasi)

Kongres ini ditutup dengan beberapa rekomendasi, yang salah satunya mengagendakan Rapat Koordinasi Nasional mendatang akan dilaksanakan di Universitas Jember.__(adp)

Forkomkasi Berpartisipasi dalam Erupsi Merapi


Yogyakarta - Asap tebal yang disemburkan Gunung Merapi pada 20 Agustus 2012 bukanlah tanda-tanda akan terjadi erupsi besar seperti 2010 lalu. "Merapi telah berubah sifat. Kejadian embusan seperti ini tidak pernah terjadi sebelum letusan besar pada 2010 lalu," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, Senin, 20 Agustus 2012.

Kejadian embusan asap seperti ini, kata Surono, pernah terjadi pada 15 Juli 2012 lalu. Waktu itu, ketinggian asap mencapai 1.000 meter dari puncak Merapi.

Karena perubahan sifat ini, Surono meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi membiasakan diri dengan langgam baru ini. Dia juga minta warga hanya mempercayai informasi tentang Merapi dari sumber yang jelas dan ilmiah. ”Tidak perlu terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” kata Surono seraya meminta warga Yogyakarta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Surono memaparkan, kondisi Merapi saat ini berstatus normal. Dia membenarkan sempat ada gempa selama 9 detik dan embusan asap dengan amplitudo maksimum 8 milimeter. “Dari Pos Kaliurang dan Pos Babadan, tampak asap berwarna putih kecokelatan dengan tinggi sekitar 70 meter tertiup angin ke arah barat laut,” katanya.

Selasa, 08 Januari 2013

Rakernas I Forkomkasi, Yogyakarta

Tepatnya hari Jum’at malam, 03 Juni 2011 saya bersama dengan Sutris dari KS Unpas (Univ. Pasundan) Bandung melangkahkan kaki menuju Stasiun Kiaracondong dengan tujuan Stasiun Lempuyangan Jogjakarta dalam rangka menghadiri RakerNas (Rapat Kerja Nasional) Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (Forkomkasi). Meskipun tiket yang kami pesan adalah Kiaracondong-Lempuyangan, namun itu merupakan tiket tanpa tempat duduk, artinya siapa cepat dia yang bakalan mendapatkan tempat duduk. Mbak-mbak yang jual tiket menyarankan kami agar menuju Stasiun Padalarang dahulu sebagai stasiun awal keberangkatan sehingga kemungkinan besar akan mendapatkan tempat duduk, apalagi jarak antara Padalarang ke Kiaracondong memakan waktu tempuh selama 50 menit. Namun mau dikata apa lagi, usaha itu telah kami lakukan dengan harapan bisa mendapatkan tempat duduk, nyatanya kami tetap berdiri karena semua tempat duduk telah penuh. Akhirnya kami pun berdiri dari Padalarang hingga Lempuyangan. Banyak cerita di dalam kereta ekonomi Kahuripan itu antara saya, Sutris, dan beberapa penumpang di dalamnya. But, dibuat enjoy saja, perbincangan demi perbincangan pun mengalir dan tak terasa kereta sudah hampir sampai di Stasiun Lempuyangan. Waktu menunjukkan pukul 06.30wib dan kereta yang kami naiki pun berhenti di Stasiun Lempuyangan. Di sana kami dijemput oleh Aziz, Sekjen Pengurus Sekretariat (PS) sekaligus seksi supir riwa-riwi (ya karena dia yang bisa bawa mobil dan tahu jalur di Jogja ini). Dari Lempuyangan, mobil pun melaju ke Asrama Tangerang milik HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang). Ternyata teman-teman yang sudah sampai duluan, semuanya menginap di Asrama Tangerang tersebut. Sesampainya di sana, saya dan Sutris bergegas mandi dan jam 07.30wib kami semua harus sudah berangkat menuju Kampus UIN Sunan Kalijaga (Suka) Jogjakarta. Pembukaan secara formal dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai II Fakultas Dakwah UIN Suka Jogjakarta yang dimulai tepat pada pukul 08.15wib. Susunan acara formal tersebut terdiri dari: Pembukaan; Pembacaan Kalam Al Qur’anul karim; Sambutan Ketua Panitia, Dewan Formatur, dan juga Ketua Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Suka sekaligus membuka secara resmi acara RakerNas Forkomkasi ini; Penutup. Setelah acara penutup, tibalah pada acara inti yang disampaikan oleh Pak Sapto Waluyo selaku Staf Khusus Ahli Menteri Bidang Media Komunikasi dan Informasi. Pak Sapto menyampaikan dukungan penuh dari beliau ketika Forkomkasi hendak mengadakan audiensi dengan Menteri Sosial. Beliau juga sedikit banyak mengupas tentang sejarah pergerakan mahasiswa, apakah akan dibawah ke dalam ranah intelektual, pengabdian masyarakat, atau bahkan ke arah politik praktis. Namun pesan beliau adalah bahwa semoga Forkomkasi ini dapat menjadi suatu gerakan sosial yang dapat memberikan manfaat bagi anggotanya, masyarakat dan juga berpartisipasi aktif di bidang kebijakan. Beliau juga menambahkan informasi mengenai akan diadakannya ASEAN Social Work Summit pada tahun 2011 di Bandung, mahasiswa dapat juga ikut andil di sana supaya tidak ketinggalan informasi tentang pekerjaan sosial yang paling mutakhir. Setelah itu Pak Sapto meminta paparan gambaran Forkomkasi mulai dari pembentukan (kongres) dahulu hingga sekarang, dan laporan dari Hilman selaku Ketua Dewan Formatur Forkomkasi yaitu mulai dari penyusunan sistem kepengurusan hingga perekrutan dan pada waktu ini akan dibahas rapat program kerja Forkomkasi selama satu tahun ke depan. Sesi tanya jawab pun dibuka dan berlangsung seru dengan partisipasi aktif dari Adhit IISIP, Vandy UGM, Sarta UIN Syahida Jakarta, dan Bayu Unej Jember. Agenda selanjutnya adalah sesi ramah tamah oleh seluruh peserta RakerNas. Adapun hasil dari perkenalan tersebut, mereka semua antara lain dari: 1)STKS Bandung, 2)UIN Syahida Jakarta, 3)Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 4) IISIP Jakarta, 5)Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, 6)Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, 7)Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, 8)UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan 9)Universitas Negeri Jember (Unej). Dalam sesi ramah tamah tersebut didapatkan satu gambaran tentang pandangan dan harapan teman-teman yang hadir dalam RakerNas ini yaitu: 1)Menjalin relasi, komunikasi dan silaturahmi antar universitas, 2)Meningkatkan eksistensi jurusan Kessos/Peksos, 3)Mengembangkan ilmu dan pengetahuan bidang pekerjaan sosial. Pada intinya, 3 ranah itulah yang membawa kami memiliki satu frame pemikiran yang sama. Pukul 14.00wib kami transit dari UIN Suka menuju ke Gubug Surya Indah Villa Kaliurang. Namun sebelum kesana, kami sepakat untuk mengunjungi lokasi bekas erupsi Gunung Merapi di Desa Kinahrejo. Sungguh saya tak pernah berpikir dapat mengunjungi tempat ini, namun kawan-kawan panitia RakerNas telah menyiapkannya. Good Job kawan ;-) Dan banyak foto-foto kenangan menarik yang bisa kita simpan bersama-sama. Kami pun tiba di Gubug Surya Indah sekitar pukul 17.00wib. Istirahat sejenak hingga waktu Isya’ dan makan malam, setelahnya baru kemudian dilanjutkan pada acara RakerNas (Rapat Kerja Nasional) Forkomkasi yang langsung dipimpin oleh Mas Hilman selaku Ketua Dewan Formatur Forkomkasi. Jam dinding menunjukkan pukul 20.15wib dan kemudian agenda RakerNas pun kami mulai dengan jadwal pada Sabtu malam, 04 Juni 2011 sebagai berikut: Pembahasan tata tertib (tatib) Sosialisasi job description Pembagian peserta ke dalam tiap departemen-departemen Pembahasan program per departemen Penggabungan program kerja dari tiap departemen menjadi satu program kerja Forkommkasi dengan alokasi waktu yang tersedia Pembuatan Renstra Namun karena pembahasan yang begitu semangatnya hingga pada pukul 02.30wib, maka forum kami sepakati untuk diskors dengan masih menyisakan dua poin terakhir yang masih belum dibahas. Oleh karena itu dari 3 hal yang dijadwalkan harus dibahas pada Minggu, 05 Juni 2011 berubah menjadi 5 hal pokok dan satu usulan pembahasan sebagai berikut: Penggabungan program kerja dari tiap departemen menjadi satu program kerja Forkomkasi dengan alokasi waktu yang tersedia Pembuatan Renstra Sosialisasi pedoman dasar Forkomkasi Pembentukan tim majalah Pelantikan pengurus Melihat dari absensi yang sempat saya lihat, terdapat 24 peserta Kongres dari 9 universitas. Saya sendiri pun mendapatkan amanah di Forkomkasi ini pada anggota Departemen Public Relation (PR), padahal sebelumnya saya mendaftarkan diri pada Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang). That’s no problem, saya akan tetap optimal untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran yang dapat saya sumbangsihkan kepada Forkomkasi milik kita bersama ini. Adapun secara lengkap susunan kepengurusan Pengurus Sekretariat (PS) adalah sebagai berikut: Sekjen (Sekretaris Jenderal) Kesekretariatan Bendahara Umum Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Media Informasi dan Komunikasi (Medfokom) Departemen Public Relation (PR) Departemen Kewirusahaan (Kewirus) Minggu, 05 Juni 2011 Acara yang semula dijadwalkan akan dimulai pada pukul 07.30wib menjadi molor hingga pada pukul 08.30wib. Tidak disangkal memang bahwa kami semua dalam kondisi capek karena sebelumnya menyelesaikan agenda hingga pukul 02.30wib. Pembahasan pun dimulai dengan membahas program-program kerja dari masing-masing departemen untuk digabung menjadi satu tahun dan satu kesatuan program kerja dari Forkomkasi ini. Meski menjabat selama setahun, namun kami hanya bisa efektif bekerja selama 7 bulan saja karena 1.5 bulan untuk persiapan kongres ke-2 Forkomkasi. Seperti biasa, raket diwarnai dengan berbagai macam ide dan gagasan termasuk saya sendiri yang banyak mengusulkan program kerja yang sifatnya sebagai masukan dan bahan pertimbangan dari departemen yang terkait. Hingga pada penyusunan Renstra Forkomkasi tentu masih dipenuhi dengan berbagai interupsi dan masukan yang berguna bagi penuntun arah dan tujuan Forkomkasi ini. Setelah usai pembahasan Proker dan Renstra, selanutya adalah agenda pembentukan Tim majalah Forkomkasi yang disetujui forum dengan membentuk Tim majalah ini di luar departemen yang sudah dibentuk. Mereka antara lain (namun nama-namanya belum lengkap): Pimpinan Redaksi : Aziz Suhendar dari PSdK UGM Redaktur: Joko Setiawa STKS; Vandy UGM, Adhit IISIP Jakarta Fotografer: Cholib UGM Desain Grafis: Ata Unpad, Hilman Unpad Marketing: Aldi UMJ, Lintang UGM Majalah yang akan kami susun disepakati dengan nama WELMAGZ (Welfare Magazine). Dan sebelumnya juga disetujui mengenai iuran anggota dan logo Forkomkasi. Di sesi akhir, yaitu pelantikan anggota Pengurus Sekretariat (PS) yang dilantik langsung oleh Ketua Dewan Formatur Forkomkasi. Acara pelantikannya pun cukup hikmat dan berakhir dengan foto bersama untuk lebih mengakrabkan kami sesama pengurus dan menjadi kenangan manis bersama. Salam semangat selalu by Joko Setiawan aka Amkmjs2011, seorang Pembelajar Sepanjang Zaman Dipublikasikan pada Selasa pagi, 07 Juni 2011 at 06.30wib @Neru Net, Dago-Bandung, Jawa Barat Last updated at 19.43wib on Sabtu malam, 04 Juni 2011 @Kamar Villa Kaliurang, Jogja Last updated at 06.43wib on Sabtu malam, 05 Juni 2011 @Kamar Villa Kaliurang, Jogja Last updated at 10.23wib on Senin pagi, 06 Juni 2011 @Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Kampus UIN Jogjakarta

Forkomkasi Melakukan Audiensi Ke Lembaga- lembaga Stakeholder


Kendaraan hias Indonesia terdiri main fload berukuran 18 X 35 feet dan satellite fload  berukuran 16 X 20 feet menempati urutan ke-30 dari 41 float  yang akan tampil melintasi ruas  jalan 391 South Orange Grove Boulevard, Pasadena-California, Amerika Serikat. Partisipasi Indoensia dalam ToR 2013 sangat penting untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kawasan Amerikat Serikat (AS). AS merupakan pasar potensial, tahun 2011 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari   AS ke Indonesia sebanyak 194.398 wisman,...Kendaraan hias Indonesia terdiri main fload berukuran 18 X 35 feet dan satellite fload  berukuran 16 X 20 feet menempati urutan ke-30 dari 41 float  yang akan tampil melintasi ruas  jalan 391 South Orange Grove Boulevard, Pasadena-California, Amerika Serikat. Partisipasi Indoensia dalam ToR 2013 sangat penting untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kawasan Amerikat Serikat (AS). AS merupakan pasar potensial, tahun 2011 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari   AS ke Indonesia sebanyak 194.398 wisman,...

Jumat, 04 Januari 2013

Pembentukan Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI)

Pada Tanggal 10 Agustus 2011, telah terbentuk dua wadah penting untuk perkembangan pelaksanaan pekerjaan sosial di Indonesia yaitu Konsosrisum Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) dan Forum Relawan Indonesia. Pekerjaan sosial merupakan profesi yang memiliki sejarah tradisi panjang di Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya warga miskin, orang-orang yang terpinggirkan, dan mereka yang tidak beruntung. Pekerjaan sosial memberikan kontribusi nyata untuk mencapai komunitas dan masyarakat yang peduli, inklusif, adil, dan sejahtera. Delapan organisasi pilar pekerjaan sosial di Indonesia, yaitu: 1. Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI), 2. Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), 3. Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI), 4. Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), 5. Ikatan Penyuluh Sosial Indonesia (IPENSI), 6. Forum Relawan Indonesia, 7. Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK – PSM), dan 8. Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI), bersepakat untuk bekerjasama di dalam wadah Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) yang bertujuan untuk bersinergi dalam melaksanakan agenda-agenda bersama yang terkait dengan pengembangan pekerjaan sosial, baik pada tingkat nasional, regional, mau pun internasional. Pendirian Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia yang bersejarah ini dilakukan di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2011. Pada hari yang sama, terbentuk kepengurusan berupa Presidium yang terdiri dari delapan orang, dan telah terpilih Drs. Toto Utomo Budi Santosa, M.Si sebagai Ketua Presidium dan Miryam Nainggolan, Psi, MSW sebagai Sekretaris Jenderal. Presidium akan dilengkapi dengan Dewan Pakar yang anggotanya berasal dari organisasi-organisasi pilar pekerjaan sosial yang berfungsi memberikan masukan dan pertimbangan kepada presidium. Selain itu, untuk pelaksanaan agenda-agenda bersama akan dibantu oleh kelompok-kelompok kerja (Pokja) yang dituntut oleh Presidium. Kepengurusan yang pertama akan bekerja untuk masa kerja lima tahun, mulai dari tahun 2011 s/d 2016. Gagasan tentang pembentukan KPSI merupakan tindak lanjut dari prakarsa pendirian Konsorsium Pekerjaan Sosial di tingkat ASEAN (ASEAN Social Work Consortium/ASWC) dan ini merupakan bagian dari rencana kerja ASWC untuk tahun 2011 – 2013. KPSI akan berperan sebagai: 1. Forum komunikasi di antara pilar-pilar kesejahteraan sosial untuk mendorong pendayagunaan profesi pekerjaan sosial pada organisasi-organisasi/unit-unit komponen dari masing-masing pilar tersebut. 2. Wahana penyediaan dan pertukaran dukungan teknis, akses maupun advokasi dari dan untuk komponen pilar-pilar kesejahteraan sosial dalam bidang mutu dan akuntabilitas profesi pekerjaan sosial. 3. Penggagas upaya-upaya peningkatan status profesi pekerjaan sosial oleh pilar-pilar kesejahteraan sosial, baik melalui advokasi, kampanye sosial, kerjasama dengan organisasi dan profesi lain, maupun kegiatan peningkatan kapasitas individu serta organisasi. Upaya peningkatan komunikasi antara Kementerian Sosial dengan berbagai civil society organizations sebagai mitra kerja telah berlangsung cukup lama, dilaksanakan tiap tahun, dan diselenggarakan selain di tingkat nasional juga regional. Upaya ini bertujuan menghasilkan sinergi dan keterpaduan dalam penyelenggaraan upaya kesejahteraan sosial sebagaimana diharapkan UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Mengacu pada pokok-pokok hasil pertemuan sejak tahun 2008 hingga pertemuan tahun 2010 lalu, para peserta pertemuan mengusulkan agar upaya peningkatan komunikasi dan hubungan antara Kementerian Sosial RI dengan komponen civil society (kelembagaan sosial masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha) dapat lebih melembaga, yang nomenklatur namanya untuk sementara disarankan peserta pertemuan antara lain adalah dalam bentuk forum komunikasi. Peserta pertemuan sepakat menamakan wadah ini dengan nama Forum Relawan Indonesia dengan kepengurusan inti: Roostien Ilyas sebagai Ketua, Winarso sebagai Wakil Ketua, Noviliana Putri sebagai Sekretaris, dan Wasi’ah R. Mahari sebagai Wakil Sekretaris. Forum Relawan Indonesia yang baru dibentuk ini secara langsung menjadi bagian dari Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia.

Kongres I Pembentukan Forkomkasi, Depok 2010


Mahasiswa Indonesia dalam catatan sejarah selalu memiliki andil besar dalam kemajuan dan perubahan bangsa, mulai sejak pra kemerdekaan. Perjuangan dan gagasan yang  lahir diilhami dari kondisi yang saat itu sedang terjadi. Merespon serta mencari problem solving untuk sebuah tujuan bersama.

Pada moment kali ini, Mahasiswa mencatatkan kembali dalam sejarah khususnya Keilmuan Kesejahteraan sosial, bahwa sekian lama impian dan gagasan mahasiswa untuk mempersatukan ide, emosional dan hubungan yang lebih erat melalui sebuah organisasi dapat terwujud dengan diadakannya Kongres Pertama Mahasiswa Kesejahteraan sosial Indonesia, 28-30 Maret 2011 di Graha Insan Cita Depok Jawa Barat.

Kongres ini merupakan titik puncak dari Konsolidasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial selama beberapa waktu, yang mana selain membentuk wadah bersama mahasiswa nasional, juga berharap forum ini dapat menjadi solusi dari sekian cita- cita seluruh mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

Kongres Pertama Mahasiswa Kesejahteraan Soaial digelar selama 3 hari dan diikuti oleh perwakilan kampus Kesejahteraan Soaial/ Pekarjaan Sosial. Pada Kongres ini telah terbentuk nama, yaitu FORKOMKASI( Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia), memiliki AD/ART dan berbentuk Kollegial, yaitu kepemimpinan organisasi diemban oleh beberapa perwakilan dengan nama Dewan Formatur.

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam kongres diantaranya untuk segera menindaklanjuti hal- hal yang sifatnya pembangunan KS dan memajukan organisasi pada umunya.

Setelah terbentuknya FORKOMKASI, akan diadakan pertemuan kembali pada Rapat Koornidasi Nasional  yang rencananya akan diadakan di regional pada beberapa bulan mendatang. (adp)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops