Rabu, 09 Januari 2013

Forkomkasi selelnggarakan Rakornas II di Universitas Jember


Rakornas II FORKOMKASI kali ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 30 peserta dari 10 universitas/perguruan tinggi yang memiliki jurusan Peksos/Kessos se Indonesia. Karena keterbatasan anggaran dan adanya kendala-kendala di daerah, maka Pengurus Regional Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan juga Jakarta tidak dapat hadir di sini. Daftar Pengurus Regional yang hadir antara lain:
#1 Regional Sumatera
  • Hanya diwakili oleh Dewan Formatur (DF) Sumatera, Mas Arif Rahman (Universitas Bengkulu)
#2 Regional Jawa Barat
  • STKS Bandung: 2 utusan
  • Universitas Langlangbuana Bandung: 6 utusan
  • Universitas Pasundan Bandung: 4 utusan
  • Universitas Padjajaran Bandung: 2 utusan
#3 Regional DIY
  • UIN Sunan Kalijaga: 4 utusan
  • Universitas Gajah Mada: 3 utusan
  • Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa: 4 utusan
#4 Regional Jawa Timur
  • Universitas Jember: 4 utusan+panitia
  • Universitas Muhammadiyah Malang: 4 utusan
Sebelum masuk pada acara Rakornas II FORKOMKASI, dilaksanakan Seminar Nasional pada hari Kamis, 24 Mei 2012 dengan tema “Peran Pekerja Sosial dalam Rangka Penanggulangan Korban Pasca Bencana”. Seminar Nasional ini menghadirkan:
  • Moderator: Eko Kurnia Saputra, S.Sos
  • Pembicara I: Wawan Setiawan, AKS dari BALKS (Badan Akreditas Lembaga Kesejahteraan Sosial) Kementerian Sosial RI dan IPSPI (Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia)
  • Pembicara II: Kris Hendrijanto, S.Sos., M.Si selaku Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Jember
  • Pembicara III: Drs. Widi Prasetyo, M.Pd selaku Kepala Kesbangpolinmas Kota Jember, namun karena beliau berhalangan hadir, maka diwakili oleh Drs. Budianto, M.Si selaku Sekretaris Kesbangpolinmas
Ada hal menarik yang patut dicatat pada pembukaan seminar ini, yakni suntikan semangat dari Pembantu Dekan FISIP Universitas Jember. Beliau mengatakan bahwa Jurusan Ilmu Kesejahteraan itu adalah “Jurusan Masa Depan”. Beliau mengatakan hal tersebut karena beliau melihat di luar negeri sana, Profesi Pekerja Sosial (Peksos) itu sudah amat strategis dan punya bargaining position yang kuat. Belum lagi profesi ini memang lebih fokus kepada human capital, tidak lagi pada material capital. Kemudian yang lebih mengejutkan lagi (bagi saya yang seorang mahasiswa STKS Bandung), beliau mengatakan bahwa minimal mulai tahun depan, Praktikum dari Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial ini separuhnya akan praktikum di negara Malaysia, dan kerjasamanya masih sedang berjalan. Woww, itu hal yang amat sangat luar biasa bagi saya. Kalo di STKS Bandung hanya untuk dosen-dosennya saja yang dikerjasamakan dengan universitas di luar negeri, tapi untuk mahasiswanya? Hm,, sepertinya ini menjadi bahan perenungan dan rekomendasi untuk Kampus STKS Bandung. Sudah saatnya mahasiswa di STKS Bandung itu diberdayakan, salah satunya dengan menghubungkan mahasiswa kepada sistem-sistem sumber baik bermuatan akademis maupun praktis di bidang Pekerjaan Sosial.
Rakornas dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Mei 2012 bertempat di Ruang Sidang FISIP Universitas Jember semenjak pukul 13.30wib sampai dengan pukul 22.00wib. Adapun agenda dari Rakornas ini antara lain:
  • Sidang Rakornas dipimpin oleh Mas Agung Prastowo dan Mas Arif Rahman
  • Sidang Komisi Regional untuk membahas dan fixasi program kerja Pengurus Regional
  • Sidang Pleno hasil Rakerda/program kerja tiap pengurus regional
  • Pembahasan strategi nasional untuk FORKOMKASI 2012-2013
Program unggulan yang dibahas di dalam strategi nasional yaitu:
  1. Social Welfare School (Sekolah Kesejahteraan). Merupakan kegiatan kaderisasi kader militan FORKOMKASI untuk dapat mengemban amanah kepengurusan FORKOMKASI selanjutnya. Dilaksanakan oleh seluruh kampus yang ada Jurusan Peksos/Kessos. Minta delegasi masing2 dua orang. Asas: Dapat rekomendasi dari HMJ dan rekomendasi dari Pengurus FORKOMKASI di kampus tersebut. Tujuannya/Goal: 1)FORKOMKASI akan punya penerus; 2)FORKOMKASI akan ada ikatan struktural yang kuat, tidak hanya fungsional/profesional.
  2. Penyikapan isu sosial. Di sini terkait eksistensi FORKOMKASI untuk bekerja bersama-sama denganstakeholder bidang Peksos/Kessos dalam bentuk pergerakan yang masif dan berdampak secara langsung kepada masalah/isu yang sedang disoroti.
  3. Penjajagan terkait replika dari Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) atau Sekretariat Bersama. Baru memulai untuk membangun komunikasi yang intens minimal dengan Kepala Dinas Sosial setempat.
Demikian sedikit catatan yang dapat dibagi kepada kawan-kawan yang tidak sempat mengikuti Rakornas kali ini dan tentu saja untuk share kepada kawan-kawan Mahasiswa di seluruh Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops