Yogyakarta - Asap tebal yang disemburkan Gunung Merapi pada 20 Agustus 2012 bukanlah tanda-tanda akan terjadi erupsi besar seperti 2010 lalu. "Merapi telah berubah sifat. Kejadian embusan seperti ini tidak pernah terjadi sebelum letusan besar pada 2010 lalu," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, Senin, 20 Agustus 2012.
Kejadian embusan asap seperti ini, kata Surono, pernah terjadi pada 15 Juli 2012 lalu. Waktu itu, ketinggian asap mencapai 1.000 meter dari puncak Merapi.
Karena perubahan sifat ini, Surono meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi membiasakan diri dengan langgam baru ini. Dia juga minta warga hanya mempercayai informasi tentang Merapi dari sumber yang jelas dan ilmiah. ”Tidak perlu terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” kata Surono seraya meminta warga Yogyakarta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Surono memaparkan, kondisi Merapi saat ini berstatus normal. Dia membenarkan sempat ada gempa selama 9 detik dan embusan asap dengan amplitudo maksimum 8 milimeter. “Dari Pos Kaliurang dan Pos Babadan, tampak asap berwarna putih kecokelatan dengan tinggi sekitar 70 meter tertiup angin ke arah barat laut,” katanya.


10.18
Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan pesan