Jumat, 04 Januari 2013

Pembentukan Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI)

Pada Tanggal 10 Agustus 2011, telah terbentuk dua wadah penting untuk perkembangan pelaksanaan pekerjaan sosial di Indonesia yaitu Konsosrisum Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) dan Forum Relawan Indonesia. Pekerjaan sosial merupakan profesi yang memiliki sejarah tradisi panjang di Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya warga miskin, orang-orang yang terpinggirkan, dan mereka yang tidak beruntung. Pekerjaan sosial memberikan kontribusi nyata untuk mencapai komunitas dan masyarakat yang peduli, inklusif, adil, dan sejahtera. Delapan organisasi pilar pekerjaan sosial di Indonesia, yaitu: 1. Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI), 2. Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), 3. Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI), 4. Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), 5. Ikatan Penyuluh Sosial Indonesia (IPENSI), 6. Forum Relawan Indonesia, 7. Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK – PSM), dan 8. Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI), bersepakat untuk bekerjasama di dalam wadah Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) yang bertujuan untuk bersinergi dalam melaksanakan agenda-agenda bersama yang terkait dengan pengembangan pekerjaan sosial, baik pada tingkat nasional, regional, mau pun internasional. Pendirian Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia yang bersejarah ini dilakukan di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2011. Pada hari yang sama, terbentuk kepengurusan berupa Presidium yang terdiri dari delapan orang, dan telah terpilih Drs. Toto Utomo Budi Santosa, M.Si sebagai Ketua Presidium dan Miryam Nainggolan, Psi, MSW sebagai Sekretaris Jenderal. Presidium akan dilengkapi dengan Dewan Pakar yang anggotanya berasal dari organisasi-organisasi pilar pekerjaan sosial yang berfungsi memberikan masukan dan pertimbangan kepada presidium. Selain itu, untuk pelaksanaan agenda-agenda bersama akan dibantu oleh kelompok-kelompok kerja (Pokja) yang dituntut oleh Presidium. Kepengurusan yang pertama akan bekerja untuk masa kerja lima tahun, mulai dari tahun 2011 s/d 2016. Gagasan tentang pembentukan KPSI merupakan tindak lanjut dari prakarsa pendirian Konsorsium Pekerjaan Sosial di tingkat ASEAN (ASEAN Social Work Consortium/ASWC) dan ini merupakan bagian dari rencana kerja ASWC untuk tahun 2011 – 2013. KPSI akan berperan sebagai: 1. Forum komunikasi di antara pilar-pilar kesejahteraan sosial untuk mendorong pendayagunaan profesi pekerjaan sosial pada organisasi-organisasi/unit-unit komponen dari masing-masing pilar tersebut. 2. Wahana penyediaan dan pertukaran dukungan teknis, akses maupun advokasi dari dan untuk komponen pilar-pilar kesejahteraan sosial dalam bidang mutu dan akuntabilitas profesi pekerjaan sosial. 3. Penggagas upaya-upaya peningkatan status profesi pekerjaan sosial oleh pilar-pilar kesejahteraan sosial, baik melalui advokasi, kampanye sosial, kerjasama dengan organisasi dan profesi lain, maupun kegiatan peningkatan kapasitas individu serta organisasi. Upaya peningkatan komunikasi antara Kementerian Sosial dengan berbagai civil society organizations sebagai mitra kerja telah berlangsung cukup lama, dilaksanakan tiap tahun, dan diselenggarakan selain di tingkat nasional juga regional. Upaya ini bertujuan menghasilkan sinergi dan keterpaduan dalam penyelenggaraan upaya kesejahteraan sosial sebagaimana diharapkan UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Mengacu pada pokok-pokok hasil pertemuan sejak tahun 2008 hingga pertemuan tahun 2010 lalu, para peserta pertemuan mengusulkan agar upaya peningkatan komunikasi dan hubungan antara Kementerian Sosial RI dengan komponen civil society (kelembagaan sosial masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha) dapat lebih melembaga, yang nomenklatur namanya untuk sementara disarankan peserta pertemuan antara lain adalah dalam bentuk forum komunikasi. Peserta pertemuan sepakat menamakan wadah ini dengan nama Forum Relawan Indonesia dengan kepengurusan inti: Roostien Ilyas sebagai Ketua, Winarso sebagai Wakil Ketua, Noviliana Putri sebagai Sekretaris, dan Wasi’ah R. Mahari sebagai Wakil Sekretaris. Forum Relawan Indonesia yang baru dibentuk ini secara langsung menjadi bagian dari Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia.

2 komentar:

harismubarak.blogspot.com mengatakan...

Pribadi seharusnya malu mengakui ini. tapi tidak apalah itu yang penting bicara jujur.

hanya ingin berbagi bahwa sekedar konsep, planning dan tenaga, kami dari Alumni Mahasiswa Kesejahteraan Sosial UIN Alauddin Makassar juga punya. hanya dukungan yang kurang untuk kami

Unknown mengatakan...

Maksudnya bagaimana Mas Abdul haris?

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops